Kuntilanak = UN

Memasuki masa  kita kembali bersekolah ada teman-teman yang senang ada juga yang murung..

Menurut penilitian yang direkayasa. siswa-siswa yang senang ini kebanyakan adalah siswa introvert atau orang yang lebih suka didalam rumah dibandingkan ngeceng sedangkan yang siswa yang murung mungkin dikarenakan kalau sekolah itu bukanlah tempat ngeceng yang asik soalnya gak bisa shopping  baju, tas, rumah dll; Tidak ada ding-dong atau game-center dan hanya ada kantin dengan menu terbatas. -.-

Well, sekolah memang belum mengadakan KBM secara kondusif di awal semester baru ini. Namun ada beberapa mata-pelajaran yang tetap belajar seperti biasa, seperti mata pelajaran fisika. Sebagai siswa IPA kelas 3, UN merupakan sosok kuntilanak yang menunggu ajal kematian setiap insan yang berakal, kenapa kuntilanak? Soalnya kuntilanak itu :

1. Seram

Sosok dengan rambut terurai lurus ter-rebonding (kecuali keriting) yang menutupi wajahnya membuat semua orang dapat mengeneralisasikan kuntilanak dengan siapa saja, bahkan UN soalnya dari sekian banyak bab-bab dari setiap mata pelajaran yang akan di UN-kan hanya 50 nomor yang terungkap didalam setiap kertas ujiannya. Gimana bukan serem coba kalo gitu!

2. Cekikannya yang khas

*%#@$Hiii..hiii.hihihiii.. begitu konversi bunyi ke teksnya(asal). Memang mahluk halus yang satu ini rata-rata berjenis kelamin perempuan kalo pun ada yang laki-laki sepertinya belum eksis di google deh. cekikannya yang  khas pasti membuat bulu kuduk kamu berdiri dan merasa suasana kesunyian yang mencekam. Nah, sama seperti UN walau dia tak bersuara namun dia memiliki kekuatan tersendiri yang memberikan sensasi dingin ala oreo ice-cream sehingga suasana mencekam menyelimutimu saat mengerjakannya bahkan bisa membuatmu keringatan karenanya. Makanya guru-guru sering menyarankan agar selalu membawa tisu agar tidak merusak lembar jawabnya.

3. Dia Melayang!

Kata temen onta, untuk melihat mahluk halus itu lihat aja di kakinya, kalo kakinya rapat ditanah artinya normal, kalo melayang artinya “jangan-jangan!!”. UN memang tidak punya kaki namun dia bisa buat semua orang melayang. Yup, pikiran kita bakal melayang setelah lepas dari UN bahkan bisa kena sindrom Mangap-mangapan dan paling komat-kamit di “lulus ya tuhan lulus ya tuhan”.

Momok UN sudah khas di mata kita dari tahun-ketahun soalnya sistem ini sudah di lama ditetapkan oleh MENDIKNAS sebagai salah satu cara untuk mengetahui kemampuan siswa senusantara. Padahal kalo kita melihat ke beberapa daerah terpencil banyak sekali daerah yang memiliki fasilitas pendidikan belum layak bahkan ada yang hanya beralaskan tanah dan beratap rumbia.

Bagi onta, untuk menyelenggarakan UN dibutuhkan penyamaan mutu dan fasilitas pendidikan di setiap daerah agar sesuai dengan standar nasional. Soalnya soal-soal UN ini dibuat di jakarta dengan mutu dan fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan daerah-daerah terpencil terutama indonesia timur. Hal ini jelas merupakan sebuah ketidak-adilan dimana terdapat pemberatan di satu sisi sehingga konsep tentang Ujian Nasional itu tidaklah Nasional, kecuali mutu dan fasilitas pendidikannya sudah sederajat maka ujian ini sudah pantas di sandang Ujian NASIONAL.

Ujian Nasional (UN) akhirnya memakan banyak korban. Ribuan siswa SMP /SMA terpaksa gigit jari, karena nilai ujiannya tidak memenuhi standar kelulusan 4, 25. Besarnya siswa yang tidak lulus ( + 13.6% SMP & + 20.2% SMA) tentu memprihatikan kita semua. Apalagi kegagalan itu tidak hanya terjadi kota terpencil, tetapi juga kota-kota besar yang notabene memiliki infrastruktur pendidikan yang lebih baik. Sebagai contoh di Provinsi Jawa Timur setidaknya terdapat 4 SMA yang memiliki kelulusan nol persen, juga di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 13 SMA yang kelulusannya nol persen. Repotnya lagi ada siswa yang sudah berhasil masuk ke Universitas Gajah Mada melalui jalur PMDK ternyata tidak lulus UN. Di kutip dari arissetyanto.blog.mercubuana.ac.id/2010/11/11/eksperimen-itu-bernama-ujian-nasional/

Nah, berikut 1 dari sekian banyak bukti. Kota besar saja banyak yang memiliki kelulusan 0% apalagi yang terpencil, iya-kan! kalo onta berdoa aja semoga onta bisa lulus UN (kalo UN tetep diselenggarakan) atau lulus universitas (kalo sempet)

Sekian dari onta dan wassalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s