“Sorry”

Sometimes I wonder how architect can survive,

beban utama anak arsi itu adalah mensisntesis semua informasi (literally : semua (perilaku,administrasi, lingkungan,klimatologi, struktur, metafora, fungsional, estetika, ekonomi, infrastruktur, etc))

Kemudian menerapkannya berdasarkan sintesis tersebut kepada rancangan kita. Semua itu due to deadline yang sangat di paksakan!

Why? Kelas lab juga menuntut Hal yang sama untuk dikerjakan sehingga no wonder arsitek selalu kurang tidur.

Solusinya adalah bagi jobdesk, Makanya ada ahli struktur, ahli landskap, ahli interior, ahli instalasi dan ahli lainnya.

Yet, sebagai mahasiswa s1 kita dituntut untuk master it all. Sehingga terkadang saat mendesain bisa stuck in moment or brain freezes karena kontradiksi dari perencanaan awal yang menghalangi fungsionalitas gedung lain.

No wonder di arsitek ada yang namanya. Concepting sekitar 1-3 minggu awal, sesuatu yang selalu kita anggap kecil yet its like tip of an iceberg yang destructive banget Jika unconsidered.

Well, sorry for long post. Ini hanya #BalladsofAnArchitectureStudent yang kebelet deadline and litterally to contrasting perbedaan kita yang beda jurusan. – at Perum Dosen UNHAS Tamalanrea

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s